Instagram
Tampilkan postingan dengan label BABY CARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BABY CARE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

MANFAAT AJAK BICARA BAYI

Agar anak-anak percaya diri, berbicaralah dengan bayi Anda sesaat setelah dia lahir. Lupakan bahasa bayi yang tidak jelas, untuk mendukung bayi Anda agar menjadi pembicara yang percaya diri, Anda perlu mengajaknya bercakap-cakap sejak awal kelahiran.

Kita tahu bayi bisa mendengar suara bahkan saat masih belum lahir — tapi sekarang sebuah buku mengungkapkan mereka bisa memahami lebih banyak dari yang kita pikirkan.

“Anda seharusnya mulai berbicara dengan bayi segera setelah dia lahir,” tutur Tracey Blake, pengarang buku panduan terbaru untuk berkomunikasi dengan anak-anak, “Small Talk.”

Blake mengatakan anak-anaknya lebih percaya diri dan banyak berbicara berkat panduan-panduan dalam buku ini, dan mengatakan para orangtua bisa mengetahui hasilnya “dalam beberapa hari”.

Blake, jurnalis asal Inggris dan ibu dua orang anak, menulis buku ini bersama ahli terapi bicara Nicola Lathey — dan mengatakan teknik-teknik Small Talk berarti bahwa dia dan putrinya, Minnie, melakukan “percakapan” ketika anaknya berusia 10 pekan. Dia menambahkan bahwa bayi “terprogram” untuk merespon bahasa jauh lebih awal dari yang dibayangkan sebagian besar orang.

“Mereka bisa mendengar Anda saat berada dalam kandungan – suara Anda menenangkan mereka,” tutur Blake. “Dari pekan ke-26, tangisan mereka dipengaruhi suara Anda. Bayi-bayi dari Jerman, Prancis, dan Italia semua mengeluarkan suara yang berbeda.”

Kuncinya, tutur Blake, adalah para orangtua harus menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan apa yang mereka lihat, bukannya “memberi pertanyaan” kepada anak-anak — dan berikan tenggat waktu agar mereka memiliki kesempatan untuk merespon.

Blake, yang juga memiliki blog tentang cara mengasuh, mengatakan bahwa umur empat hingga 10 pekan adalah waktu yang sempurna untuk memulai “percakapan” dengan bayi Anda.

“Ini bukan cara mengasuh yang ambisius – jika Anda mengikuti teknik-tekniknya, ini semua akan berjalan dengan lebih cepat,” tutur Blake, “Pada empat atau 10 pekan, ketika suara ‘Wahh’ mulai berubah menjadi ‘ohh, ehh dan ahh,’ itu adalah tahap ketika Anda harus memulai percakapan.”

Kuncinya adalah memberikan kesempatan anak-anak untuk berbicara, memberikan tenggang waktu dan melihat mereka dengan penuh harap, tutur Blake. Gunakanlah kata-kata sederhana, tidak perlu kalimat sempurna. Jelaskan apa yang mereka lihat, atau suara di sekitar mereka. Jika seorang anak bermain dengan balok kayu, sebagai contoh, orang tua bisa mengatakan,”bang, bang, bang” daripada “buatlah sebuah menara!”

“Hal terpentingnya adalah tetap menjaga kontak mata,” tutur Blake. “Berikan waktu, dan mereka akan mengatakan sesuatu sebagai respon, dan seperti itu caranya. Teman ahli terapi bicara saya Nicola, bercakap-cakap dengan putri saya Minnie saat dia berusia 10 pekan – ketika semua orang mengabaikan apa yang dikatakan sang bayi.”

Blake mengatakan teknik-tekniknya bisa dilihat hasilnya dalam beberapa hari.
“Mudah berbicara dengan anak-anak Anda,” tutur Blake, “Buatlah mereka tertarik – jangan menggurui mereka. Anda harus mengatakan apa yang Anda lihat — secara harfiah. Jika mereka naik ke tangga, katakan, ‘Naik’ dan tunjuklah. Dengan cara itu tanda dan kata bisa dimengerti secara bersamaan. Faktanya adalah ketertarikan Anda membangun kepercayaan diri. Sangat bermanfaat, setelah beberapa hari, mereka akan memberi respon kepada Anda.”

MANFAAT AJAK BAYI BICARA

Agar anak-anak percaya diri, berbicaralah dengan bayi Anda sesaat setelah dia lahir. Lupakan bahasa bayi yang tidak jelas, untuk mendukung bayi Anda agar menjadi pembicara yang percaya diri, Anda perlu mengajaknya bercakap-cakap sejak awal kelahiran.

Kita tahu bayi bisa mendengar suara bahkan saat masih belum lahir — tapi sekarang sebuah buku mengungkapkan mereka bisa memahami lebih banyak dari yang kita pikirkan.

“Anda seharusnya mulai berbicara dengan bayi segera setelah dia lahir,” tutur Tracey Blake, pengarang buku panduan terbaru untuk berkomunikasi dengan anak-anak, “Small Talk.”

Blake mengatakan anak-anaknya lebih percaya diri dan banyak berbicara berkat panduan-panduan dalam buku ini, dan mengatakan para orangtua bisa mengetahui hasilnya “dalam beberapa hari”.

Blake, jurnalis asal Inggris dan ibu dua orang anak, menulis buku ini bersama ahli terapi bicara Nicola Lathey — dan mengatakan teknik-teknik Small Talk berarti bahwa dia dan putrinya, Minnie, melakukan “percakapan” ketika anaknya berusia 10 pekan. Dia menambahkan bahwa bayi “terprogram” untuk merespon bahasa jauh lebih awal dari yang dibayangkan sebagian besar orang.

“Mereka bisa mendengar Anda saat berada dalam kandungan – suara Anda menenangkan mereka,” tutur Blake. “Dari pekan ke-26, tangisan mereka dipengaruhi suara Anda. Bayi-bayi dari Jerman, Prancis, dan Italia semua mengeluarkan suara yang berbeda.”

Kuncinya, tutur Blake, adalah para orangtua harus menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan apa yang mereka lihat, bukannya “memberi pertanyaan” kepada anak-anak — dan berikan tenggat waktu agar mereka memiliki kesempatan untuk merespon.

Blake, yang juga memiliki blog tentang cara mengasuh, mengatakan bahwa umur empat hingga 10 pekan adalah waktu yang sempurna untuk memulai “percakapan” dengan bayi Anda.

“Ini bukan cara mengasuh yang ambisius – jika Anda mengikuti teknik-tekniknya, ini semua akan berjalan dengan lebih cepat,” tutur Blake, “Pada empat atau 10 pekan, ketika suara ‘Wahh’ mulai berubah menjadi ‘ohh, ehh dan ahh,’ itu adalah tahap ketika Anda harus memulai percakapan.”

Kuncinya adalah memberikan kesempatan anak-anak untuk berbicara, memberikan tenggang waktu dan melihat mereka dengan penuh harap, tutur Blake. Gunakanlah kata-kata sederhana, tidak perlu kalimat sempurna. Jelaskan apa yang mereka lihat, atau suara di sekitar mereka. Jika seorang anak bermain dengan balok kayu, sebagai contoh, orang tua bisa mengatakan,”bang, bang, bang” daripada “buatlah sebuah menara!”

“Hal terpentingnya adalah tetap menjaga kontak mata,” tutur Blake. “Berikan waktu, dan mereka akan mengatakan sesuatu sebagai respon, dan seperti itu caranya. Teman ahli terapi bicara saya Nicola, bercakap-cakap dengan putri saya Minnie saat dia berusia 10 pekan – ketika semua orang mengabaikan apa yang dikatakan sang bayi.”

Blake mengatakan teknik-tekniknya bisa dilihat hasilnya dalam beberapa hari.
“Mudah berbicara dengan anak-anak Anda,” tutur Blake, “Buatlah mereka tertarik – jangan menggurui mereka. Anda harus mengatakan apa yang Anda lihat — secara harfiah. Jika mereka naik ke tangga, katakan, ‘Naik’ dan tunjuklah. Dengan cara itu tanda dan kata bisa dimengerti secara bersamaan. Faktanya adalah ketertarikan Anda membangun kepercayaan diri. Sangat bermanfaat, setelah beberapa hari, mereka akan memberi respon kepada Anda.”

Selasa, 02 Juli 2013

Penglihatan Meningkat Berkat video game


Video game dikhawatirkan membawa pengaruh buruk bagi perkembangan psikologis dan daya penglihatan anak. Tetapi faktanya, simpul Daphne Bavelier dari University of Rochester, permainan video justru meningkatkan daya penglihatan, terutama yang bergenre tembak-tembakan. Tertulis dalam jurnal Nature Neuroscience, permainan video dapat menjadi terapi alternative guna meningkatkan kepekaan kontras- kemampuan mata mengenali perubahan kecil yang terjadi disuatu bidang berlatar seragam. Kepekaan tersebut penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti mengemudi atau membaca.

Jumat, 28 Juni 2013

6 Cara Agar Otak Makin Pintar

6 Cara Agar Otak Makin Pintar
Menurut penelitian di University of Virginia, gangguan memori bisa muncul sejak usia 20-an. Setelah mengevaluasi lebih dari 2.000 pria dan wanita berusia antara 18-60 tahun selama tujuh tahun, para peneliti menemukan bahwa pada usia 27, kecepatan otak dalam memecahkan teka-teki, dan penalaran mulai menurun.
Namun Anda tidak perlu panik. Otak masih memiliki kemampuan untuk menyimpan memori. Hanya saja pemanggilan memori tersebut sedikit tersendat. Ini menunjukkan bahwa otak harus dijaga kesehatannya agar tetap fokus dan berfungsi optimal.
Berikut 6 langkah sehat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak agar tetap berfungsi optimal.
Tetap Aktif
Kebugaran fisik dapat meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Lakukan jenis latihan apa pun agar darah Anda mengalir dengan baik. Jogging dan renang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan fungsi otak Anda.
Lengkapi dengan Omega-3
Gary Small dari iBrain menyebutkan, “Apa yang baik bagi jantung Anda, tentu akan baik untuk otak Anda”. Dia menyarankan agar Anda mengisi diet dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan berwarna cerah dan sayuran, ditambah asam lemak Omega-3 dari ikan dan minyak zaitun.
Pikirkan dan Visualisasikan
Berlatih dengan isyarat. Jika Anda perlu mengingat beberapa hal baik benda maupun angka cobalah untuk membuat catatan sebagai hafalan untuk memori dalam otak Anda. Catatlah hal-hal detail yang sekiranya sulit untuk Anda ingat.
Jangan Andalkan Gadget
Hampir seluruh penduduk dunia mengandalkan teknologi seperti smartphone, komputer tablet, PC dan lainnya untuk membantu mengingat hari-hari penting . Tetapi jangan lupa untuk sesekali mengingat hal-hal detail yang terkait langsung dengan diri Anda dan keluarga dengan otak Anda. Penggunaan teknologi berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan dan membuat otak menjadi malas berpikir.
Bermain dan Bersantai
Bermain video game tidak akan membuat fungsi otak Anda terganggu, permainan yang penuh teka-teki dapat membantu untuk memperkuat dan melatih otak Anda serta meningkatkan konsentrasi. Anda juga membutuhkan waktu bersantai dan memanjakan diri untuk mengurangi stres sekaligus meningkatkan kemampuan otak Anda.
Tidur Cukup
Tidur dapat membantu mengaktifkan kembali seluruh sel-sel otak, sehingga otak dapat menyerap dan mempelajari sesuatu lebih dalam dan lebih banyak. Peningkatan kemampuan ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, demikian yang disampaikan Dr Paul Shaw dari Washington University School of Medicine.


Rabu, 20 Februari 2013

PENGARUH USIA



 USIA AYAH PENGARUHI KECERDASAN SI KECIL


Kesimpulan menarik berhasil disarikan dari penelitian Dr. John McGrath dan kelompoknya dari University of Queensland, Australia. Usia ayah mempengaruhi kemampuan pikir buah hatinya. McGrath sampai pada kesimpulan tersebut setelah meneliti catatan lebih dari 33.000 anak Amerika yang lahir antara tahun 1959-1965. Hampir semua aspek kecerdasan kognitif, seperti pembedaan sensori, koordinasi mata-tangan, koordinasi konseptual, hingga kecakapan membaca, mengeja dan mengerjakan aritmatika, tampak lebih rendah pada anak yang memiliki ayah dengan usia lebih senja. Satu-satunya pengecualian adalah koordinasi fisik. Perbedaannya memang tidak signifikan, “ Hanya sekitar 3-6% “, ujar Dr. Mary Cannon dari Royal College of Surgeons, Irlandia, yang turut menyumbangkan tulisan pendamping pada penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal PloS Medicine. Tetapi, dampaknya bisa sangat merugikan, “Misalnya, mempertinggi kemungkinan schizophrenia atau autisma”, tambah Cannon.
Tak ada asap bila tak ada api. Menurut McGrath, kemungkinan pengaruh itu timbul dari perbedaan komposisi sperma. “Pertambahan usia mempertinggi akumulasi mutasi pada sperma,yang akhirnya mempengaruhi perkembangan otak anak,” tuntas McGrath.


Ukuran File : 13 Kb
Rar Password : isone